Pernyataan Sikap GEMPAR Kepri: Dengarkan Suara Rakyat, Jangan Sakitkan Hati Bangsa!


Batam, 1 September 2025 — Di tengah meningkatnya tensi sosial dan politik nasional, organisasi kepemudaan Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan sikap resmi untuk merespons keresahan masyarakat yang kian terasa. Pernyataan ini disampaikan oleh Bendahara DPD GEMPAR Kepri, Ciko Arnold Nainggolan, S.Kom., sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap arah perjalanan bangsa.
Situasi beberapa waktu terakhir memperlihatkan adanya gesekan di masyarakat, baik akibat dinamika politik, isu ketidakadilan, maupun potret pejabat publik yang dianggap tidak sensitif terhadap kondisi rakyat. Kondisi ini mendorong GEMPAR Kepri untuk tampil dan memberikan seruan moral agar seluruh elemen bangsa menahan diri dan mengedepankan persatuan.
Dalam konferensi persnya, Ciko Arnold Nainggolan menekankan bahwa GEMPAR Kepri berdiri bersama rakyat, terutama di saat berbagai lapisan masyarakat sedang menghadapi tantangan ekonomi dan sosial.
“Kami dari GEMPAR Kepri berdiri di sisi rakyat. Kami mengajak semua pihak untuk tidak terprovokasi, tidak larut dalam amarah, dan memilih jalan dialog. Kekerasan hanya melahirkan luka baru, sementara perundingan membuka jalan menuju persatuan,” tegasnya.
Menurut Ciko, situasi bangsa saat ini membutuhkan kepala dingin dan kedewasaan sikap dari setiap pihak. Ia mengingatkan bahwa provokasi, hasutan, dan tindakan anarkis hanya akan memperburuk keadaan dan merugikan masyarakat kecil.
Salah satu poin terpenting dalam pernyataan GEMPAR Kepri adalah kritik keras terhadap pejabat publik dan wakil rakyat. Ciko menilai bahwa sebagian pejabat negara terlalu jauh dari realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ia menekankan:
“Rakyat sedang melalui masa sulit. Tolong jangan tambah sakit hatinya dengan ucapan-ucapan yang menyakitkan. Dan hentikan kebiasaan pamer gaya hidup hedonis atau kekayaan di depan publik. Itu bukan teladan, itu justru melukai keadilan sosial dan menjauhkan pemimpin dari rakyatnya.”
GEMPAR Kepri menilai tindakan pamer kemewahan di tengah kesulitan ekonomi merupakan bentuk ketidakpekaan moral, sekaligus memperburuk jarak psikologis antara rakyat dengan pemimpinnya. Generasi muda, kata Ciko, berhak mengingatkan agar pejabat kembali membumi dan mengutamakan etika publik.
Melalui Bendahara DPD, GEMPAR Kepri merinci tujuh sikap resmi sebagai panduan moral bagi seluruh anggota dan masyarakat luas:
Ketujuh sikap ini menurut GEMPAR Kepri merupakan panduan bagi anak muda dalam menjaga kedamaian sosial dan menegakkan nilai-nilai keadilan.
Menutup pernyataannya, Ciko Arnold Nainggolan kembali mengingatkan bahwa Indonesia sedang bergerak menuju visi besar Indonesia Emas 2045, sehingga setiap komponen bangsa perlu menjaga stabilitas, persatuan, dan optimisme bersama.
Dalam suara penuh semangat, ia menyampaikan pesan:
“Pemuda adalah harapan bangsa. GEMPAR Kepri hadir bukan untuk menambah bara, tapi untuk membawa sejuk. Mari kita songsong Indonesia Emas 2045 dengan persatuan, dialog, dan kerja nyata. Dari Batam, kami menyerukan: satukan hati, satukan bangsa, jangan sakiti rakyat!”
Pernyataan tegas GEMPAR Kepri ini mencerminkan kepedulian generasi muda terhadap kondisi tanah air. Di tengah banyaknya gesekan dan ketegangan, suara penyejuk dari organisasi pemuda seperti GEMPAR Kepri menjadi sangat penting. Seruan untuk kembali kepada dialog, musyawarah, dan empati adalah pesan nyata bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan para pemimpin, tetapi juga oleh generasi muda yang berani bersuara untuk nilai-nilai moral dan persatuan.
Dengan sikap tersebut, GEMPAR Kepri berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga stabilitas nasional, mengedepankan akal sehat, dan terus bergerak menuju cita-cita besar bangsa.